SELAMAT DATANG DI BLOGSPOT INDOAUTO BANDUNG

Selasa, 24 Januari 2012

CORROLLA TWINCAM GTI (mesin 4A-GE GT



muncul di era tahun 1988-1992, Toyota Corolla Twin Cam boleh dibilang salah satu mobil yang sukses di pasaran. Tak heran meski mobilnya sudah berumur tapi hingga saat ini penggemarnya cukup banyak. Di masa jayanya, Corolla Twin Cam merupakan rival utama Grand Civic keluaran Honda. Berbagai varian Twin Cam hadir mulai dari SE, SE Limited, Liftback hingga yang versi kencengnya GTi.
Yup, Toyota Corolla Twin Cam GTi merupakan varian terkencang dari semua tipe Corolla yang hadir saat itu. Populasinya terbilang sangat jarang & menjadi buruan para kolektor penggemar kecepatan. Saking jarangnya, mobil ini tidak punya harga pasaran yang jelas, mirip dengan Honda Civic Estilo. Hadirnya varian GTi menambah semarak persaingan sedan2 kenceng saat itu seperti Mitsubishi Lancer Dan Gan GTi & Mazda Astina.
Ada perbedaan Toyota Corolla Twin Cam biasa dengan yang GTi. Mulai dari sektor interior hingga mesin. Corolla Twin Cam dibekali mesin berkode 4AF sedangkan yang versi GTi berkode 4A-GE. Mesin 4A-GE ini terbagi menjadi 2 yaitu yang 4A-GE 16 valve & 4A-GE 20 valve. Corolla Twin Cam GTi yang hadir disini menggunakan mesin 4A-GE 16 valve.
Yuk kita simak sekilas tentang mesin 4A-GE

Mesin 4A-GE versi 16 katup
Mesin ini mulai dikembangkan dari tahun 1983 s.d. 1991. Yang cukup unik adalah mesin legendaris ini dibuat tak lepas dari campur tangan pabrikan Yamaha…!!! Dalam rentang 8 tahun telah lahir 3 generasi 4A-GE 16 katup. Generasi terakhir 4A-GE cukup beken dengan sebutan red top. Dinamakan red top karena tulisannya berwarna merah (lihat gambar di bawah). Tenaga yang dihasilkan mencapai 140 HP



Spek mesin 4A-GE versi 16 katup generasi ketiga
  • Kapasitas : 1.587 cc DOHC
  • Diameter x langkah : 81 mm x 77 mm
  • Kompresi : 10,3 : 1
  • Tenaga : 140 hp @ 7.200 RPM
  • Torsi : 149 Nm @ 4.800 RPM
 
Mesin 4A-GE versi 20 katup
Setelah era 4A-GE 16 katup, muncul generasi  keempat yakni mesin 4A-GE 20 katup yang dibuat pada tahun 1991 s.d. 1995. Mesin ini lebih canggih dibandingkan generasi ketiga 4A-GE karena sudah menganut buka tutup katup variabel (Toyota Variable Valve Timing / VVT). Mirip dengan red top, mesin ini punya nama beken silver top karena cover mesinnya berwarna perak. Kompresinya lebih tinggi dibandingkan yang 16 katup yakni mencapai 10,5:1. Tenaga yang dihasilkan mencapai 158 hp @ 7.400 RPM & torsi 162 Nm @ 5.200 RPM. 
Masih belum puas sampai di generasi keempat, lahirlah generasi kelima 4A-GE 20 katup di tahun 1995. Kalo yang generasi keempat punya nama beken silver top maka yang generasi terakhir dinamakan black top. Beberapa penyempurnaan di berbagai sektor dilakukan agar si black top menghasilkan performa mengagumkan seperti throttle body, exhaust, camshaft hingga flywheel yang menggunakan material ringan. Tak hanya itu, girboksnya pun memakai 6 tingkat kecepatan. Hasilnya adalah tenaga naik menjadi 163 hp @ 7.800 RPM & torsi 162 Nm @ 5.600 RPM. Akhirnya di tahun 1998, mesin legendaris kolaborasi Toyota & Yamaha mengucapkan sayonara.  
Mengapa mesin 4A-GE menjadi buruan penggila kecepatan ,mesin 4A-GE mempunyai keunggulan bobot ringan, tenaga besar, kuat serta banyaknya part2 racing yang melimpah. Jadi beruntunglah mereka yang memiliki Toyota Corolla Twin Cam GTi.

Secara garis besar, Mesin 4A-GE ini terbagi menjadi 2. Yaitu 4A-GE 16katup dan 4A-GE 20katup.

Specifications mesin 4GE yang 16 katup:
  • Engine displacement: 1.6 litres (1587 cc)
  • Layout: DOHC Inline-4 (Straight-4)
  • Bore and Stroke: 81 mm × 77 mm
  • Dry Weight (with T50 gearbox): 154 kg (340 lb)
  • Valves: 16, 4 per each cylinder
  • Power: 115–140 hp (86–104 kW) @ 6600 rpm
  • Torque: 148 N·m (109 lb·ft) @ 5800 rpm
  • Redline: 7600 rpm
  • Fuel Delivery System: MPFI
Mesin 4A-GE ini pertama kali dibuat pada tahun 1983 dengan konfigurasi mesin inline 4 silinder 16katup dengan pencampuran antara BBM dengan Udara sudah menggunakan EFI (Electronic Fuel Injection). Cylinder pada mesin ini di buat oleh Yamaha Motor Corporation.
Generasi pertama 4A-GE




diperkenalkan pada tahun 1983 untuk menggantikan mesin 2T-G. Pertama kali mesin ini diperkenal kan dengan menggunakan silver cover top. yang dapat menyemburkan tenaga sebesar 112HP(84KW) @660rpm dengan Torsi 131N.m @4800rpm dengan menggunakan MAF (Air Flow Meter) pada Versi Amerika. Tetapi pada versi Jepang, mesin ini tidak menggunakan MAF melainkan menggunakan MAP (Manifold Absolute Pressure) sensor maka tidak heran apabila versi Jepang ini memiliki tenaga yang lebih besar sektiar 96KW.
Toyota mendesain mesin ini dengan sudut katup sekitar 50 derajat. Sehingga banyak orang yang menyebut mesin ini adalh bigport, karena memiliki lubang intake yang sangat besar. Sehingga membuat torsi yang dihasilkan menjadi kecil. Untuk mengeliminir hal tersebut, pihak Toyota dual intake pada mesin 4A-GE generasi pertama. Dual Intake ini masing - masing melayani 4lubang intake. Sehingga saat mesin dalam putaran rendah, hanyak 4lubang yang terbuka. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan udara dan atomisasi antara BBM dan Udara. Perbandingan kompresi yang dimiliki mesin ini adalah 1:9,4
Generasi Kedua 4A-GE


Pada generasi kedua ini yang mana diproduksi pada sejak tahun 1987-1989 ini memiliki beberapa pembaharuan seperti diameter connecting rod big ends yang lebih besar (42mm) dan penambahan 3 penguat belakang mesin. Selain itu, mesin generasi kedua ini juga telah diaplikasi dengan T-VIS (Toyota Variable Induction System) sehingga tenaga yang disemburkan menjadi 115HP (86KW). Perlu teman – teman ketahui, mesin generasi pertama dan kedua ini merupakan mesin favorit pada modifikator karena mesin ini sangat mudah di modifikasi, ringan, dan memiliki desain yang simple
Generasi ketiga 4A-GE


Mesin generasi ketiga ini diproduksi pada tahun 1989-1991. Julukan dari nama mesin ini adalah Red Top, mengapa disebut seperti itu? Karena pada cover head cylinder ini memiliki tulisan berwarna merah. Pihak Toyota meningkatkan kompresi rasio dari 1:9,4 menjadi 1:10,3. Selain itu untuk mengatasi masalah lubang intake yang terlalu besar pada generasi sebelumnya, Toyota memodifikasi lubang intake menjadi lebih kecil untuk meningkatkan kecepatan aliran udara. Untuk meningkatkan daya tahan mesin, Toyota juga menambahkan oli untuk pendingin piston yang terletak dibawah piston. Juga con rod (stang piston) yang dipertebal dan terjadi perubahan pada sisi desain piston. Maka dari itu tidak heran apabila terjadi peningkatan tenaga menjadi 140HP @7200rpm dan Torsi 149Nm@4800rpm.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar